Bendera nasional - Bendera Jepang

Bendera nasional  >  Bendera Jepang

Bendera Jepang

Bendera nasional Jepang adalah sebuah bendera dengan sebuah lingkaran merah di tengah bidang putih. Bendera ini secara resmi disebut Nisshōki (日章旗) dalam bahasa Jepang, namun secara umum dikenal sebagai Hinomaru (日の丸).

Bendera Nisshōki ditetapkan sebagai bendera nasional sesuai Aturan Tentang Bendera Nasional dan Lagu Kebangsaan Nasional, yang diumumkan dan berlaku sejak tanggal. Meskipun pada masa sebelumnya tak ada undang-undang mengenai bendera nasional, bendera lingkaran matahari telah menjadi bendera nasional Jepang secara de facto. Dua proklamasi dikeluarkan pada tahun 1870 oleh Daijō-kan, badan pemerintahan pada awal Zaman Meiji, yang masing-masing memiliki ketentuan mengenai rancangan bendera nasional. Bendera lingkaran matahari dipakai sebagai bendera nasional untuk kapal-kapal dagang menurut Proklamasi No. 57 tahun 3 Meiji (dikeluarkan pada 27 Februari 1870), dan sebagai bendera nasional yang digunakan oleh Angkatan Laut menurut Proklamasi No. 651 tahun 3 Meiji (dikeluarkan pada 27 Oktober 1870). Penggunaan Hinomaru sangat dibatasi selama awal zaman pendudukan Amerika di Jepang setelah Perang Dunia II.Bertahun-tahun kemudian pembatasan tersebut berangsur-angsur diringankan.

Dalam sejarah Jepang, motif Hinomaru sudah digunakan pada bendera-bendera daimyo dan samurai. Menurut sejarah kuno Shoku Nihongi, Kaisar Mommu menggunakan sebuah bendera berlambang matahari di istananya pada tahun 701, dan itu merupakan catatan pertama tentang penggunaan bendera bermotif matahari di Jepang. Bendera tertua yang masih ada disimpan di kuil Unpō-ji, Kōshū, Yamanashi, yang dibuat sebelum abad ke-16, dan sebuah legenda kuno menceritakan bahwa bendera itu disimpan di kuil tersebut oleh Kaisar Go-Reizei pada abad ke-11. Selama Restorasi Meiji, lingkaran matahari dan Bendera Matahari Terbit dalam Angkatan Laut Kekaisaran Jepang menjadi simbol utama bagi Kekaisaran Jepang. Poster propaganda, buku, dan film memperlihatkan bendera tersebut sebagai tanda kebanggaan dan patriotisme. Di rumah warga Jepang, masyarakat diwajibkan untuk mengibarkan bendera tersebut selama hari libur nasional, hari raya, dan hari-hari tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Persepsi masyarakat terhadap bendera nasional tersebut bermacam-macam. Bagi sebagian orang Jepang, bendera tersebut melambangkan Jepang, dan tidak ada bendera lain yang dapat menggantikannya. Namun, bendera tersebut tidak sering dikibarkan di Jepang karena keterkaitannya dengan ultranasionalisme. Penggunaan bendera tersebut dan lagu kebangsaan Kimigayo menjadi topik perdebatan di sekolah-sekolah Jepang sejak akhir Perang Dunia II (Perang Pasifik). Perselisihan tentang penggunaan bendera tersebut telah menyebabkan protes dan tuntutan. Bagi warga Okinawa, bendera tersebut melambangkan peristiwa Perang Dunia II dan pendudukan tentara AS setelahnya. Bagi beberapa negara yang pernah diduduki oleh Jepang, bendera tersebut adalah simbol agresi dan imperialisme. Hinomaru digunakan sebagai alat untuk menekan bangsa-bangsa yang pernah diduduki untuk tujuan intimidasi—menegaskan keunggulan Jepang—atau penaklukan. Meskipun mengandung makna tidak menyenangkan, ulasan-ulasan dari Barat dan Jepang mengklaim bahwa bendera tersebut adalah simbol yang teguh dan abadi bagi Jepang. Beberapa panji-panji militer Jepang didasarkan pada Hinomaru, termasuk panji-panji angkatan laut dengan tampilan matahari bersinar. Hinomaru juga berfungsi sebagai pola acu bagi bendera Jepang lainnya yang digunakan untuk kalangan umum atau swasta.

Kapal tempur keshogunan Tokugawa, Asahi Maru, pada tahun 1856. Asal mula keberadaan Hinomaru tidak diketahui secara pasti, namun tampaknya matahari-terbit telah mengandung makna simbolis sejak awal abad ke-7 (perlu diingat bahwa Jepang berada di penghujung timur Asia, dan matahari terbit di timur). Pada tahun 607, korespondensi kenegaraan yang didahului dengan tulisan "dari kaisar [negeri] matahari terbit" ditujukan kepada Kaisar Yang dari Sui di Tiongkok, dan Jepang sering disebut sebagai "negeri matahari terbit". Dalam karya sastra pada abad ke-12, Heike Monogatari, tertulis bahwa pada kipas yang dibawa tiap-tiap samurai terdapat gambar matahari yang berbeda-beda.

Suatu legenda tentang bendera nasional Jepang mengandung kaitan dengan biksu Nichiren. Menurut legenda, pemakaian bendera tersebut berawal sejak masa invasi Mongol ke Jepang pada abad ke-13. Konon Nichiren mempersembahkan bendera matahari tersebut kepada seorang shogun yang berupaya mematahkan serangan bangsa Mongol. Matahari juga memiliki kaitan erat dengan keluarga kaisar Jepang, karena legenda menyatakan bahwa keluarga kaisar adalah keturunan Amaterasu, sang dewi matahari.

Salah satu bendera Jepang tertua disimpan di kuil Unpo-ji di Prefektur Yamanashi. Legenda mengatakan bahwa bendera tersebut diberikan oleh Kaisar Go-Reizei kepada Minamoto no Yoshimitsu, yang telah diperlakukan sebagai harta keluarga oleh klan Takeda selama 1000 tahun, dan setidaknya telah ada jauh sebelum abad ke-16.

Catatan terawal tentang bendera-bendera yang ada di Jepang bertarikh dari masa penyatuan Jepang pada akhir abad ke-16. Bendera-bendera tersebut merupakan lambang para daimyo dan pada umumnya dikibarkan ketika bertempur. Sebagian besar berupa pataka atau panji-panji yang menampilkan mon (lambang keluarga) dari daimyo bersangkutan. Setiap anggota keluarga—misalnya putra, ayah, dan saudara—juga memiliki bendera masing-masing yang dikibarkan saat bertempur. Bendera-bendera tersebut digunakan sebagai sarana pembeda, dan dipasang pada kuda serta punggung para prajurit. Para jenderal juga memiliki benderanya sendiri, yang sebagian besar berbeda dengan bendera para prajurit karena bentuknya persegi.

Pada tahun 1854, selama keshogunan Tokugawa, kapal-kapal Jepang diperintahkan untuk mengibarkan Hinomaru untuk membedakan diri mereka dengan kapal-kapal asing. Sebelumnya, bendera Hinomaru dengan desain berbeda-beda dikibarkan pada kapal-kapal yang berdagang dengan Amerika dan Rusia. Hinomaru ditetapkan sebagai bendera perdagangan Jepang pada tahun 1870, dan merupakan bendera nasional yang sah dari 1870 sampai 1885, sehingga menjadi bendera pertama yang dipakai sebagai bendera nasional Jepang.

Sungguhpun gagasan lambang nasional dianggap tak lazim oleh orang Jepang, Pemerintah Meiji membutuhkannya untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Lambang nasional menjadi sangat penting setelah pendaratan Komodor AS Matthew Perry di Teluk Yokohama. Kemudian Pemerintah Meiji menetapkan simbol nasional lainnya sebagai identitas bangsa Jepang, termasuk lagu kebangsaan Kimigayo dan segel kekaisaran. Pada tahun 1885, semua peraturan pada masa sebelumnya yang tidak diterbitkan dalam Lembaran Negara Jepang dihapuskan. Berdasarkan keputusan kabinet baru tersebut, Hinomaru adalah bendera nasional secara de facto karena tidak ada peraturan yang menggantikannya setelah Restorasi Meiji.
Bendera nasional 
Bendera Jepang

Negara - Jepang

Jepang (日本 Nippon atau Nihon; nama resmi: 日本国 atau Nihonkoku, nama harfiah: "Negara Jepang") adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Tiongkok, Korea, dan Rusia. Pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk, dan wilayah paling selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Tiongkok Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.

Jepang terdiri dari 6.852 pulau dan menjadikannya sebagai negara kepulauan. Pulau-pulau utama dari utara ke selatan adalah Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Sekitar 97% wilayah daratan Jepang berada di keempat pulau terbesarnya. Sebagian besar pulau di Jepang bergunung-gunung, dan sebagian di antaranya merupakan gunung berapi. Gunung tertinggi di Jepang adalah Gunung Fuji yang merupakan sebuah gunung berapi. Penduduk Jepang berjumlah 128 juta orang, dan berada di peringkat ke-10 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Tokyo secara de facto adalah ibu kota Jepang, dan berkedudukan sebagai sebuah prefektur. Tokyo Raya adalah sebutan untuk Tokyo dan beberapa kota yang berada di prefektur sekelilingnya. Sebagai daerah metropolitan terluas di dunia, Tokyo Raya berpenduduk lebih dari 30 juta orang.

Bahasa

Flag of Japan (English)  Bandiera del Giappone (Italiano)  Vlag van Japan (Nederlands)  Drapeau du Japon (Français)  Flagge Japans (Deutsch)  Bandeira do Japão (Português)  Флаг Японии (Русский)  Bandera de Japón (Español)  Flaga Japonii (Polski)  日本国旗 (中文)  Japans flagga (Svenska)  Drapelul Japoniei (Română)  日本の国旗 (日本語)  Прапор Японії (Українська)  Национално знаме на Япония (Български)  일본의 국기 (한국어)  Japanin lippu (Suomi)  Bendera Jepang (Bahasa Indonesia)  Japonijos vėliava (Lietuvių)  Japans flag (Dansk)  Japonská vlajka (Česky)  Japonya bayrağı (Türkçe)  Застава Јапана (Српски / Srpski)  Jaapani lipp (Eesti)  Vlajka Japonska (Slovenčina)  Japán zászlaja (Magyar)  Zastava Japana (Hrvatski)  ธงชาติญี่ปุ่น (ไทย)  Japānas karogs (Latviešu)  Σημαία της Ιαπωνίας (Ελληνικά)  Quốc kỳ Nhật Bản (Tiếng Việt) 
 mapnall@gmail.com